16 Subsektor Ekonomi Kreatif : Tren Arsitektur yang Semakin Tren

Ekonomi kreatif merupakan konsep di era ekonomi baru yang berfokus pada kreativitas, dengan mengandalkan ide sebagai faktor utama produksinya. Menurut BEKRAF, terdapat 16 subsektor ekonomi kreatif yang salah satunya adalah subsektor ekonomi kreatif arsitektur.

Arsitektur merupakan salah satu subsektor dari industri kreatif, yang berhubungan dengan desain model bangunan, desain interior, dan juga perancangan konstruksi. Dalam industri kreatif, arsitektur memiliki peranan penting dalam sisi kebudayaan dan pembangunan.

Apa Sih Alasan Arsitektur Penyumbang dalam Industri Ekonomi Kreatif?

Arsitektur menjadi salah satu penyumbang terbesar pada Industri kreatif, karena arsitektur memberikan nilai tambah yang dihasilkan pada tahun 2010 sampai Rp19,9 triliun. Besarnya sekitar 4,2 persen dari total kontribusi industri kreatif lainnya.

Dengan pertumbuhan hingga 6,8 persen, peningkatan arsitektur merupakan tertinggi ke-4 dibandingkan dari industri kreatif lainnya. Sektor ini tercatat menyerap hingga 36.659 tenaga kerja,

Produktivitas tenaga kerja arsitektur memberikan nilai tambah yang dihasilkan per kapita per tahun, dan juga menghasilkan angka tertinggi dari pada sektor-sektor lainnya.

Manfaat Arsitektur dalam Ekonomi Kreatif

Arsitektur merupakan satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang mempunyai peran penting jika dilihat dari dua sisinya, yaitu sisi kebudayaan dan pembangunan. Pada sisi budaya, arsitektur mampu menunjukkan karakter dari kekayaan budaya Indonesia yang begitu beragam.

Sedangkan pada sisi pembangunan, tentu saja peran arsitektur yang utama sebagai perencanaan dalam pembangunan kota.

Alasan arsitektur termasuk dalam subsektor industri kreatif, dikarenakan arsitektur mengharuskan seseorang untuk memiliki ide-ide yang kreatif dan inovatif. Hal tersebut bertujuan agar dapat menghasilkan bangunan unik yang akan bernilai tinggi.

Beberapa manfaat arsitektur dalam pengembangan industri ekonomi kreatif, antara lain:

  • Terbukanya Lapangan Pekerjaan

Berkembanganya industri arsitektur tertu saja akan memperluas lapangan pekerjaan, sehingga menurunkan angka pengangguran di Indonesia. Industri ini juga dinilai cukup menjanjikan apalagi di Indonesia yang merupakan negara berkembang yang sedang gencar melakukan pembangunan,

  • Menciptakan Destinasi Wisata Baru 

Biasanya industri arsitektur menggunakan kreativitasnya untuk membuat berbagai bangunan yang unik. Sehingga dari keunikan tersebut, akan tercipta destinasi wisata baru yang mampu menarik minat wisatawan.

Munculnya destinasi wisata tersebut dapat membantu menaikkan taraf perekonomian bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi tersebut. Dari hal tersebut dapat menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Tren Arsitektur yang Kini Mulai Populer

Jika kamu salah satu orang yang hobi dalam menggambar serta mendesain bangunan, kenapa tidak coba saja untuk menggeluti usaha ini. Saat ini telah banyak bermunculan tren arsitektur yang tentunya banyak dicari oleh para penikmat desain.

Berikut adalah beberapa tren arsitektur yang sedang booming, dan bisa menjadi referensi bagi kamu yang sedang berencana untuk belajar mendesain bangunan, lho. Yuk, simak beberapa contoh tren di bawah ini:

1. Gaya Futuristik

Tren ini telah diperkenalkan oleh Zaha Hadid, dengan ciri khas desainnya yang tidak memiliki sudut dan biasanya hanya menggunakan warna basic (cenderung putih dan colorless).

Meskipun tren ini umumnya digunakan pada bangunan besar, perlahan arsitektur futuristik mulai dilirik loh. Kini di Indonesia arsitektur futuristik mulai diminati sebagai salah satu gaya arsitektur residensial.

2. Gaya Retro dan Vintage

Meski desainnya memiliki kesan jadul, namun tren bergaya retro dan vintage saat ini mulai banyak digemari oleh para kaum millennial, terutama bagi yang berusia muda. Selain desainnya, berbagai produk-produk interior berkesan retro dan vintage saat ini ikut meroket loh di pasaran.

Hal ini karena produk jadul dianggap instagramable bagi para anak muda. Selain itu, desain retro dianggap menambah kesan lebih homey dan hangat, sehingga juga banyak digemari tidak hanya bagi anak muda.

3. Gaya All-Black

Dari namanya saja, kamu pasti sudah bisa menebak pilihan warna yang digunakan pada tren arsitektur ini. Yup, betul sekali, tren all-black merupakan gaya arsitektur yang menerapkan warna full hitam (dominasi warna gelap).

Meski penggunaan warnanya terkesan tidak lazim, siapa sangka warna hitam justru menambah kesan elegan dan trendi pada hunian.

4. Gaya Back To Nature

Semakin maraknya isu pemanasan global dan lingkungan hidup, gaya arsitektur ini mulai diminati oleh masyarakat. Penggunaan material yang ramah lingkungan hingga desain arsitektur yang memanfaatkan sumber daya terbarukan, mulai banyak diaplikasikan pada desain hunian tipe ini.

Konsep hijau pada gaya arsitektur ini diyakini membuat suasana rumah jauh lebih nyaman untuk dihuni, sehingga desain back to nature juga mulai diminati.

Arsitektur merupakan salah satu dari 16 subsektor ekonomi kreatif yang mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Munculnya ide-ide menarik dalam desain arsitektur akan melahirkan tren-ten baru yang nantinya akan populer hingga ke seluruh penjuru dunia